Romypradhanaarya's Blog

Just another WordPress.com weblog

Info Bank Indonesia Juni 2010

leave a comment »

Manajemen Nilai Tukar dan Kestabilan Nilai Rupiah dalam Sistem Nilai Tukar Mengambang

Dalam pengelolaan nilai tukar rupiah ketika nilai tukar rupiah menguat atau melemah sesuai dengan fundamental ekonomi nasional, posisi Bank Indonesia (BI) terbilang serba salah. Maka kebijakan BI adalah mewujudkan kepastian nilai tukar. Oleh karena itu Bank Sentral dilengkapi dengan beberapa kewenangan untuk menggapai tujuan tersebut dengan beberapa instrumen kebijakan. Dalam konteks BI, kewenangan itu diarahkan pada upaya mencapai kestabilan nilai rupiah. Sedangkan yang dimaksud dengan stabilitas nilai rupiah ini selain stabilitas terhadap barang dan jasa juga stabilitas terhadap mata uang lainnya. Dalam pengelolaan nilai tukar rupiah, BI senantiasa memonitor dan mengawal pergerakan nilai tukar agar berada dalam kisaran tertentu yang diterima pasar dan tidak berlebihan.

Alasan mengapa BI senantiasa menjaga stabilitas nilai rupiah karena bila nilai rupiah dibiarkan bergerak dalam rentang kuotasi harga yang lebar, situasi ini akan menyulitkan dunia usaha antara lain eksportir dan importir. Dunia usaha akan mengalami kebingungan dalam membuat kalkulasi dan perencanaan bisnis, utamanya yang berkaitan dengan valuta asing. Untuk mencegah agar pergerakan nilai tukar tidak terlalu besar dan liar yang membuat ketidakpastian bagi pelaku usaha, BI akan memonitor situasi pasar dan melakukan serangkaian tindakan yang memang diperlukan guna meredam gejolak rupiah. Dengan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah bukan berarti BI menghapus pergerakan rupiah tetapi memantau pergerakan tersebut sesuai permintaan dan penawaran yang wajar di pasar dan selaras dengan fundamental perekonomian nasional, hal tersebut merupakan sesuatu yang lumrah.

Faktor fundamental yang menyebabkan naik turunnya nilai tukar rupiah juga dipengaruhi secara signifikan oleh genuine demand dari pemerintah antara lain dalam bentuk kebutuhan valas oleh BUMN dan swasta seperti pembayaran utan gluar negeri dan kebutuhan valas untuk impor. Pada sisi lain, penerimaan valas antara lain dari hasil ekspor, pencairan pinjaman luar negeri dan transaksi lainnya seperti transfer masuk dari pendapatan tenaga kerja Indonesia (TKI) atau remittance. Faktor-faktor tersebut pada akhirnya akan mempengaruhi keseimbangan permintaan dan penawaran yang muaranya akan mempengaruhi nilai tukar rupiah relatif terhadap valas lainnya. Salah satu cara BI mengendalikan nilai tukar sehingga mencapai titik keseimbangan baru adalah dengan cara melakukan intervensi atau sterilisasi valas.

Sistem nilai tukar mengambang yang dianut Indonesia adalah sistem nilai tukar yang pembentukan harganya sepenuhnya ditentukan oleh keseimbangan permintaan dan penawaran di pasar.dengan kebijakan ini maka intervensi yang dilakukan BI tidak lagi ditujukan untuk mempertahankan nilai tukar pada level tertentu, namun akan dilakukan apabila dipandang perlu untuk menjaga volatilitas nilai tukar rupiah. Meskipun sudah mengadopsi nilai tukar mengambang, tidak berati bahwa pergerakan nilai tukar akan dilepas begitu saja menuruti keinginan pelaku pasar.

Dalam sistem nilai tukar mengambang, efek fluktuasi nilai tukar dapat terjadi melalui transmisi langsung (direct passthrough), transmisi tidak langsung (indirect passthrough) dan jalur ekspektasi (expectation passthrough). Pada transmisi langsung, perubahan nilai tukar mempengaruhi harga impor barang (dalam mata uang domestik). Sementara transmisi tidak langsung, perubahan nilai tukar mempengaruhi daya saing produk ekspor. Sedangkan jalur ekspektasi merupakan respons produsen dan penjual yang berjaga-jaga dengan menyesuaikan (menaikan) harga apabila rupiah melemah dengan ekspektasi di masa yang akan datang akan kembali menguat.

Berbagai upaya baik yang bersifat aktif (BI senantiasa berada di pasar) maupun pasif (BI melakukan pengawasan dan pengaturan) dilakukan untuk menjamin interaksi pasar berlangsung pada tingkat yang wajar dan efisien. Dari sisi pengawasan, BI memonitor transaksi valuta asing di pasar secara harian melalui Laporan Harian Bank Umum. Apabila terjadi kejutan (shock) nilai tukar, Direktorat Pengelolaan Devisa melalui Dealing Room akan mengintensifkan komunikasi dengan pelau pasar untuk mengidentifikasi sumber gejolak dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengantisipasi fluktuasi kurs yang berlebihan. Dalam waktu dekat BI akan menyempurnakan mekanisme monitoring kegiatan di pasar valas melalui sistem monitoring transaksi valas rupiah secara real time sehingga diperoleh informasi lebih cepat, tepat dan akurat guna menunjang respon kebijakan nilai tukar yang antisipatif (forward looking).

Sebagai regulator, BI meredam potensi spekulasi valas dengan ketentuan yang bersifat mikro maupun makro prudensial. Risiko transaksi valas oleh bank dibatasi dan transaksi valas yang bersifat spekulatif dijaga ketat dengan tetap mempertimbangkan dukungan terhadap aktivitas di sektor riil. Untuk mengantisipasi kekurangan pasok valas (shortage) di pasar, BI siap memenuhi kebutuhan valas korporasi sehingga gejolak harga kurs dapat dihindari. Pengaturan transaksi valas yang melibatkan residen dengan nonresiden juga diperhatikan oleh BI. Berbagai pengaturan dan pembatasan transaksi valuta asing terhadap rupiah merupakan wujud langkah kehati-hatian dan upaya preemptive dalam rangka melindungi integritas dan stabilitas sistem keuangan Indonesia, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber dana domestik baik dalam rupiah maupun valuta asing.

Sumber: Gerai Info Bank Indonesia, Juni 2010

Written by romypradhanaarya

September 3, 2010 pada 1:46 am

Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: